Lompat ke isi utama

Berita

Sinergi Bawaslu dan KPU Kota Mataram dalam Giat 'Beraksi' di MAN 3 Mataram: Perkuat Pemahaman Demokrasi Sejak Dini.

MAN 3

Foto : Bambang Suprayogi (kanan) menyampaikan materi pemahaman demokrasi di hadapan siswa/siswi MAN 3 Mataram.

Halo Sahabat Bawaslu – Bawaslu Kota Mataram hadir memperkuat pemahaman demokrasi bagi pemilih pemula dalam kegiatan sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang diinisiasi oleh KPU Kota Mataram. Bertajuk "BERAKSI" (Bersama Aktif Kenali Demokrasi), kegiatan ini digelar di MAN 3 Mataram pada Senin (4/5/2026).

Kehadiran Anggota Bawaslu Kota Mataram, Bambang Suprayogi, bersama Anggota KPU Kota Mataram, Muslih Syuaib, disambut hangat oleh Kepala Madrasah MAN 3 Mataram, Lalu Mufti Sadri, M.A. Di hadapan puluhan siswa-siswi yang telah memiliki hak pilih, Bawaslu menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam menjaga integritas pemilu.

Dalam paparannya, Bambang Suprayogi menjelaskan secara komprehensif mengenai tugas dan fungsi pengawasan. Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan.

"Tugas Bawaslu tidak hanya berhenti saat pemungutan suara selesai. Kami melakukan pengawasan berkelanjutan, baik dalam tahapan pemilu maupun non-tahapan, seperti pendidikan politik dan pencegahan pelanggaran sejak dini," ujar Bambang di hadapan para siswa.

Kegiatan ini bertujuan agar para siswa di MAN 3 Mataram tidak hanya menjadi pemilih yang sekadar menggunakan hak suara, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Pengawasan Tahapan: Meliputi pengawalan daftar pemilih, masa kampanye, hingga penghitungan suara dan Pengawasan Non-Tahapan: Meliputi edukasi masyarakat, pencegahan politik uang, serta penguatan literasi demokrasi bagi generasi muda.

Kepala MAN 3 Mataram, Lalu Mufti Sadri, mengapresiasi kehadiran lembaga penyelenggara pemilu ini. Menurutnya, edukasi langsung dari praktisi seperti Bawaslu dan KPU sangat penting agar siswa memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara.

Acara berlangsung interaktif, di mana para siswa tampak antusias berdiskusi mengenai cara melaporkan dugaan pelanggaran dan bagaimana memastikan suara mereka tersalurkan dengan benar pada pesta demokrasi mendatang.