Kolaborasi Wujudkan Pilot Project Demokrasi, KPU dan Bawaslu Kota Mataram Kawal Pemilihan Ketua OSIS SMAN 2 Mataram.
|
Halo Sahabat Bawaslu – Semangat demokrasi mulai dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah. Bertempat di Kantor KPU Kota Mataram, jajaran komisioner penyelenggara pemilu menggelar Rapat Koordinasi Kolaborasi terkait Tahapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) SMAN 2 Mataram Tahun 2026 pada Senin (11/05/2026).
Pertemuan teknis ini dihadiri oleh Bawaslu Kota Mataram, KPU Kota Mataram dan Pihak Sekolah dari SMAN 2 Mataram beserta pengurus Osis di antaranya Bambang Suprayogi dan Efendi Anggota Bawaslu Kota Mataram, Muslih Syuaib dan Sulfiani Ariyanti selaku anggota KPU Kota Mataram serta dari pihak sekolah, hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Mataram, didampingi pengurus OSIS aktif serta demisioner.
Acara dibuka oleh Muslih Syuaib yang menyatakan apresiasi tinggi atas inisiatif SMAN 2 Mataram. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan sebuah pilot project yang sangat krusial.
"Kami sangat antusias dengan pelaksanaan pilot project ini. Harapannya, ke depan kita tidak hanya berhenti di satu sekolah, tetapi bisa melaksanakan Pemilihan Ketua OSIS secara serentak di seluruh Kota Mataram," ujar Muslih dalam sambutannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Penyelenggara Pemilu Bawaslu dan KPU memberikan arahan teknis mengenai tahapan pemilu yang benar, mulai dari pendataan pemilih, tata cara kampanye yang sehat, hingga mekanisme penyelesaian sengketa jika terjadi pelanggaran.
Pada sesi diskusi tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran & Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Mataram, Bambang Suprayogi, menekankan pentingnya aspek pengawasan dalam setiap tahapan proses demokrasi, meskipun dalam lingkup sekolah.
"Keterlibatan Bawaslu dalam kolaborasi ini adalah untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip keadilan dan integritas tetap terjaga. Kami ingin para siswa memahami bahwa dalam demokrasi, bukan hanya soal memilih, tetapi bagaimana proses tersebut berjalan jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran," tegas Bambang Suprayogi di sela-sela diskusi.
Rapat koordinasi ini diharapkan menghasilkan output yang nyata, yakni:
Standardisasi Tahapan: Mengadopsi alur pemilu resmi ke dalam lingkup sekolah.
Edukasi Politik: Memberikan pemahaman kepada siswa bahwa suara mereka memiliki nilai penting dalam menentukan kepemimpinan.
Role Model: Menjadikan SMAN 2 Mataram sebagai contoh (benchmark) bagi sekolah-sekolah lain di Nusa Tenggara Barat dalam menyelenggarakan pesta demokrasi tingkat sekolah yang transparan dan akuntabel.
Dengan adanya pendampingan langsung dari "suhu" penyelenggara Pemilu, Pilketos SMAN 2 Mataram Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang substansial bagi generasi muda.