Lompat ke isi utama

Berita

Semangat "Mujahid Demokrasi", Bawaslu Kota Mataram Resmi Buka P2P 2026 Menuju Pemilu 2029 yang Bermartabat.

Open

Foto : Suasana Sambutan dan Pembukaan Pendidikan Pengawas Partisipatif tahun 2026 Bawaslu Kota Mataram.

Halo Sahabat Bawaslu — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mataram resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 pada Rabu (20/5/2026). Mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bawaslu Kota Mataram ini diikuti oleh 20 peserta yang siap digembleng menjadi kader pengawas andalan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua, Anggota, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Bawaslu Kota Mataram.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Ketua Bawaslu Kota Mataram, Muhammad Yusril, menegaskan bahwa P2P bukanlah agenda musiman belaka. Ia juga membeberkan rekam jejak panjang sejarah kaderisasi di tubuh Bawaslu RI.

"P2P ini bukan kegiatan musiman. Jika kita melihat sejarahnya, pada periode 2017 program ini bermula dari gerakan Sejuta Kader Pengawas, yang kemudian berkembang menjadi konsep berjenjang seperti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Nah, P2P ini bisa dibilang sebagai jenjang pendidikan tinggi atau perguruan tingginya kader pengawas," jelas Yusril.

Yusril menambahkan, pada tahun 2025 lalu, alumni P2P Kota Mataram telah mencapai 30 orang. Memasuki tahun kedua ini, 20 peserta terpilih dilatih langsung oleh Bawaslu Kabupaten/Kota.

"Tujuannya jelas, bagaimana nanti sahabat-sahabat sekalian menjadi perpanjangan tangan dari gerakan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu, tentu di koridor dan ranah masing-masing," imbuhnya.

Selama satu hari penuh, para peserta disuguhkan materi yang padat dan berbobot. Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Mataram turun langsung sebagai narasumber untuk membedah 6 Topik Utama Kepengawasan Pemilu. Ketua Bawaslu Kota Mataram Muhammad Yusril membawa materi Teknis Pengembangan Gerakan Partisipatif kemudian anggota Bawaslu Kota Mataram Efendi menjelaskan Teknis Pencegahan dan Pengawasan, Bambang Suprayogi selaku Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa memperdalam materi teknis penyampaian laporan dugaan pelanggaran pemilu dan penyelesaian sengketa Pemilu. 

Tak hanya dari internal, Bawaslu Kota Mataram juga menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram, M. Ulfatul Akbar Jafar. Dalam sesinya, ia berfokus pada materi teknik pengawasan berbasis digital yang dirancang khusus untuk merangkul kalangan Milenial dan Gen-Z.

Suasana kelas berlangsung interaktif dan jauh dari kesan monoton. Peserta tidak hanya mendengarkan ceramah, melainkan ditantang melakukan diskusi kelompok berbasis studi kasus nyata yang sering terjadi di lapangan saat tahapan Pemilu. Tingkat pemahaman peserta juga diuji secara terukur melalui sesi Pre-test di awal dan Post-test di akhir kegiatan.

Sebagai wujud komitmen, pasca-pelatihan para peserta langsung menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret untuk tetap berfungsi dan bergerak, baik pada saat ada tahapan Pemilu maupun di masa non-tahapan.

Acara penutupan berlangsung dengan khidmat dan ditutup secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas, Hasan Basri.

Dalam arahannya, Hasan Basri memberikan apresiasi tinggi dan menyematkan istilah menyentuh bagi para kader pengawas.

"Kerja-kerja P2P ini adalah kerja keikhlasan dan kesukarelawan yang sungguh-sungguh untuk mengawal demokrasi Indonesia ke arah yang lebih baik. Jika dikaitkan dengan nilai keagamaan, Anda semua bisa dikatakan sebagai Mujahid Demokrasi Pemilu. Jangan ragu untuk melaksanakan RTL. Undang kami, baik Bawaslu Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Kehadiran kami gratis dan tidak berbayar, asal diundang insyallah kami hadir" tegas Hasan Basri memotivasi.

Kesan positif juga diungkapkan oleh salah satu peserta, Muhammad Sahril. Menurutnya, P2P tahun ini dikemas dengan sangat menarik dan aplikatif.

"Kegiatan P2P ini sangat menarik. Apa yang dilaksanakan hari ini sangat konkret, materi dan topiknya padat. Harapan kami semua, untuk agenda Bawaslu selanjutnya kami bisa terus dilibatkan, serta kolaborasi antara kami yang alumni P2P dan Bawaslu ke depan bisa terus berlanjut," ungkap Sahril penuh harap.

Usai foto bersama, seluruh rangkaian acara pun selesai. 20 kader pengawas baru ini siap bergerak dan berkolaborasi bersama Bawaslu untuk Pemilu 2029 yang bermartabat.